📚 Bab 1 – Pengantar Ilmu Komunikasi
Pendahuluan
Saat komunikasi terjadi, timbul interaksi yang menghasilkan makna bersama.
Jika makna berbeda, komunikasi dianggap tidak berhasil — butuh strategi yang tepat.
Latar budaya, pendidikan, jenis kelamin berbeda → pola komunikasi sangat bervariasi.
Menyelaraskan ketimpangan, menghindari konflik, dan menciptakan kejelasan.
- 1Konsep Dasar Ilmu Komunikasi
- 2Tujuan dan Manfaat Ilmu Komunikasi
- 3Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi
- 4Hambatan dan Tantangan Komunikasi
- 5Etika dalam Ilmu Komunikasi
Konsep Dasar Ilmu Komunikasi
| Tokoh / Sumber | Definisi |
|---|---|
| Tubbs & Moss | Proses penciptaan makna antara dua orang atau lebih. |
| Berlo | Komunikasi berhasil jika penerima memiliki makna yang sama dengan sumber. |
| E.M. Griffin | Proses relasional menciptakan & menafsirkan pesan yang menimbulkan respons. |
| Schramm & Lasswell | Berhasil jika pesan cocok dengan frame of experience komunikan. |
Pesan adalah inti dari studi komunikasi — segala hal yang melibatkan berbicara, menulis, dan melakukan sesuatu.
Isi & bentuk pesan dibangun, diciptakan, dan dipilih secara sadar oleh komunikator.
Pesan tidak menafsirkan dirinya sendiri; arti ada pada sumber maupun penerima.
Komunikasi seperti sungai: selalu berubah dan mempengaruhi hubungan antar individu.
Jika pesan gagal merangsang reaksi kognitif/emosional/perilaku → tidak dapat disebut komunikasi.
- 1Tindakan Satu Arah — Pesan searah dari seseorang kepada orang/kelompok lain, langsung atau via media.
- 2Interaksi — Proses sebab-akibat / aksi-reaksi yang bergantian.
- 3Transaksi — Saat mendengarkan, penerima juga mengirim pesan nonverbal secara bersamaan.
Tujuan & Manfaat Ilmu Komunikasi
Menyelesaikan tugas penting — memenuhi kebutuhan dasar, memuaskan rasa ingin tahu, menikmati hidup.
Menciptakan & memupuk hubungan dengan orang lain.
- 1Menyampaikan informasi kepada khalayak sasaran
- 2Terjadinya perubahan tingkah laku
- 3Mendapatkan kebahagiaan
- 4Pemenuhan harapan
- 5Memperoleh kejelasan akan suatu situasi
- 6Meningkatkan keterikatan antar anggota keluarga / kelompok
- 7Terciptanya keselarasan dan keharmonisan
Ruang Lingkup Ilmu Komunikasi
Langsung terlihat
Jangka menengah
Perubahan perilaku
Paradigma Ilmu Komunikasi
Ontologi (hakikat), Aksiologi (kajian), Epistemologi (metode & teori). Filsafat adalah ibu dari semua ilmu.
Menganalisa karakteristik komunikan, sifat komunikator, dan proses pengungkapan pikiran menjadi lambang.
Tatanan kehidupan masyarakat: budaya (nonmaterial & material), struktur sosial, dan ekologi.
Aspek manusia & budaya: simbol, bahasa, dan pemaknaan — relevan langsung dengan komunikasi.
Metode & Strategi Komunikasi
Mempertimbangkan situasi psikologis, biologis, dan fisik khalayak. Bisa antar pribadi, kelompok, organisasi, massa.
Melalui mekanisme: riset → perencanaan → penggerakan → pelaksanaan → evaluasi.
Fungsi Komunikasi
Hambatan Komunikasi
Sedang tertekan, banyak pikiran, merasa tidak berarti → menghambat pemaknaan pesan.
Perbedaan bahasa atau artikulasi yang tidak jelas → menyebabkan gagalnya komunikasi.
Kondisi bising, polusi udara, atau kondisi fisik seseorang yang kurang mendukung.
Perbedaan budaya antar orang/kelompok → rentan menimbulkan kesalahpahaman.
Aliran listrik padam, jaringan internet terganggu, peralatan habis baterai, dll.
Tantangan Komunikasi di Era Digital
- ⚖️Pasal 45A (1): Sebar berita bohong di transaksi elektronik → pidana ≤6 tahun & denda ≤Rp1 miliar.
- ⚖️Pasal 45A (2): Sebar info ujaran kebencian/SARA → pidana ≤6 tahun & denda ≤Rp1 miliar.
- ⚖️Pasal 45B: Kirim ancaman kekerasan secara elektronik → pidana ≤4 tahun & denda ≤Rp750 juta.
Etika dalam Ilmu Komunikasi
Memberikan perasaan senang, bahagia, dihargai secara positif.
Dianggap tercela, bertentangan norma, menimbulkan rasa tidak senang.
- 1Nilai & norma moral yang menjadi pegangan seseorang/kelompok dalam tingkah laku.
- 2Kumpulan asas / nilai moral = kode etik.
- 3Ilmu tentang apa yang baik dan buruk.
Rangkuman Bab 1
- ✓Komunikasi = proses relasional penyampaian & pemaknaan pesan secara bersama.
- ✓Tujuan: menyampaikan info, mengubah perilaku, memenuhi harapan, menciptakan keharmonisan.
- ✓Ruang lingkup sangat luas: dari komunikasi intrapersonal hingga komunikasi lingkungan.
- ✓Hambatan: psikologis, semantik, fisik, antropologis, teknis.
- ✓Tantangan era digital: hoax dan ujaran kebencian → perlu literasi dan etika komunikasi.
- ✓Feedback → Output → Outcome → Impact: tolak ukur keberhasilan komunikasi.
- ✓Etika komunikasi menciptakan ruang komunikasi yang selaras dan harmonis.
Mengapa komunikasi itu penting?
Cara mengatasi hambatan komunikasi
BAB 3 – Fungsi Komunikasi
Pendahuluan – Mengapa Komunikasi Itu Penting?
Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa lepas dari komunikasi. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, semua aktivitas melibatkan komunikasi. Tanpa komunikasi, hubungan antar manusia tidak bisa terjalin dan kebutuhan hidup tidak bisa terpenuhi.
Lewat komunikasi dua arah, kita bisa menemukan siapa diri kita dan bagaimana orang lain mempengaruhi kita.
Komunikasi adalah modal dasar menjalin relasi — di dalamnya kita bisa memperhatikan diri sendiri & orang lain.
Tiap individu punya kesempatan untuk saling mempengaruhi dan membujuk orang lain berpikir/bertindak seperti diri kita.
Komunikasi menjadi alat untuk mencapai tujuan pribadi maupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari.
Memberikan informasi mengenai peristiwa, ide, fakta kepada masyarakat agar mereka mengerti kondisi sekitarnya.
Sarana pendidikan — menyampaikan ide & pikiran sehingga orang lain mendapat informasi dan ilmu pengetahuan.
Memberi hiburan dan mempengaruhi setiap individu agar merasa senang dan terhibur.
Mempengaruhi jalan pikiran komunikan dan mengubah sikap serta tingkah lakunya sesuai harapan.
Fungsi Komunikasi Sosial
Fungsi sosial komunikasi artinya komunikasi penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, dan mencapai kebahagiaan. Tanpa ini, kita tidak bisa bertahan sebagai makhluk sosial.
-
1Membangun Konsep Diri 🪞
Konsep diri = pandangan kita tentang siapa diri kita. Terbentuk dari informasi yang diberikan orang lain — mulai dari keluarga (significant others). Aspeknya meliputi: jenis kelamin, usia, agama, suku, pendidikan, pengalaman, hobi, dll. -
2Eksistensi & Aktualisasi Diri 🙋
Saat kita berbicara/berkomunikasi verbal maupun nonverbal → kita menunjukkan bahwa diri kita EKSIS. Paling terlihat ketika seseorang mendominasi pembicaraan di dialog, seminar, atau rapat. -
3Kelangsungan Hidup, Memupuk Hubungan & Kebahagiaan 😊
Manusia tidak bisa hidup sendiri — perlu komunikasi untuk memenuhi kebutuhan (makan, minum) dan kebutuhan emosional. Lewat komunikasi kita belajar cinta kasih, keakraban, rasa hormat, bangga, bahkan cemburu dan benci.
Fungsi Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak selalu bertujuan mempengaruhi orang lain, tapi menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan kita. Perasaan seperti sayang, marah, benci, takut, sedih, atau simpati — semuanya bisa dikomunikasikan, terutama lewat pesan nonverbal.
Gestur tubuh, mimik wajah, kontak mata, sentuhan.
Puisi, lagu, tarian, lukisan, drama, pemberian bunga.
Kata-kata yang mengungkap isi hati kepada orang yang dipercaya.
Fungsi Komunikasi Ritual
Ritual biasanya dilakukan secara kolektif/bersama-sama dan bersifat ekspresif — menyatakan perasaan terdalam. Yang terpenting bukan substansi kegiatannya, melainkan perasaan senasib-sepenanggungan yang menyertainya.
Anggota Paskibraka yang menangis saat mencium bendera pusaka merah putih — ekspresi komitmen emosional mendalam.
Upacara ritual suku Asmat, Badui, Dayak — sering sulit dipahami orang luar, namun bermakna dalam bagi komunitasnya.
Fungsi Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mengandung muatan persuasif — pembicara ingin pendengarnya mempercayai bahwa informasi yang disampaikan akurat dan layak. Digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.
Memberikan informasi mengenai peristiwa, berita, data, fakta agar penerima bisa mengambil keputusan tepat.
Guru/dosen menyampaikan materi pembelajaran agar proses belajar berlangsung optimal.
Mendorong orang menentukan pilihannya, menjelaskan tujuan jangka pendek & panjang. Fungsinya soft tapi mengarah langsung ke nurani.
Pengalihan ilmu pengetahuan yang mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, dan keterampilan hidup.
Penyebarluasan sinyal, simbol, suara dari drama, tari, kesenian, musik, olahraga, permainan untuk rekreasi dan kesenangan. Bisa verbal maupun nonverbal.
| ⚡ Jangka Pendek | 🌱 Jangka Panjang |
|---|---|
| Memperoleh pujian dari orang lain | Keahlian pidato & presentasi |
| Menimbulkan kesan yang baik | Kemampuan berunding & negosiasi |
| Mendapat simpati & empati | Keahlian menulis profesional |
| Keuntungan ekonomi singkat (ex: kampanye) | Membangun reputasi jangka panjang |
Jenis-Jenis Gangguan Komunikasi
Seseorang bisa mengalami satu jenis gangguan atau kombinasi beberapa gangguan sekaligus (Trifiana, 2002). Gangguan ini mempengaruhi kemampuan menerima, mengirim, dan memahami komunikasi.
Masalah pada artikulasi, kelancaran, dan suara. Dibagi 3:
• Artikulasi: kata sulit dipahami
• Kelancaran (Fluency): gagap/ritme aneh
• Suara (Voice): pitch/intonasi tidak normal
Masalah komprehensif pada simbol, verbal & tulisan. Dibagi 3:
• Bentuk: fonologi, morfologi, sintaksis
• Konten: semantik (makna)
• Fungsi: sistem bahasa dalam komunikasi
Membuat seseorang tak bisa memproduksi & memahami bahasa tertentu. Jenisnya:
• Tuli (Deaf): membatasi komunikasi oral
• Hard of Hearing: bisa permanen/fluktuatif
Central Auditory Processing Disorder: penurunan kemampuan memproses informasi secara persepsi, kognitif, & linguistik. Bisa mendengar suara, tapi otak tak bisa memprosesnya dengan tepat.
Penyebab Gangguan Komunikasi
Menurut NIDCD, 8-9% anak-anak mengalami gangguan komunikasi bicara. Pada orang dewasa, risiko tertinggi ada pada pasien yang pernah mengalami cedera otak. Penanganan utama: terapi speech-language.
Jenis-Jenis Hambatan Komunikasi
Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menghalangi atau mengganggu tercapainya komunikasi yang efektif. Ada 4 jenis utama hambatan yang perlu kita kenali.
Terjadi pada diri komunikator/komunikan sendiri. Meliputi: sikap, emosi, stereotyping, prasangka, dan bias. Contoh: kita tidak suka seseorang, jadi kita mengabaikan pesannya.
Perbedaan bahasa, kepercayaan, keyakinan, dan nilai antar budaya. Termasuk penggunaan jargon, bahasa slang, atau "alay" yang tidak semua orang pahami.
Gangguan fisik yang mempengaruhi efektivitas komunikasi: jarak antar individu, gangguan telepon, kondisi radio/media. Pada umumnya hambatan ini bisa diatasi.
Faktor lingkungan yang dipicu oleh latar belakang fisik/situasi: tingkat aktivitas, tingkat kenyamanan, gangguan, dan waktu yang tidak tepat.
Cara Mengatasi Hambatan Komunikasi
Berbagai hambatan komunikasi bisa diatasi dengan memperhatikan 4 komponen utama: pengirim pesan, isi pesan, penerima pesan, dan umpan balik. Berikut tips praktisnya!
Sampaikan satu gagasan dalam satu waktu agar lebih mudah dipahami.
Gunakan bahasa yang singkat, padat, dan mudah dipahami penerima.
Gunakan pilihan kata, nada suara, dan bahasa tubuh yang sesuai situasi.
Pahami latar belakang budaya dan kondisi penerima pesan untuk mengatasi hambatan kultural.
- ✓Gunakan terminologi yang tepat dan mudah dipahami.
- ✓Berbicara dengan jelas — tidak terlalu cepat atau terlalu pelan.
- ✓Waktu pengiriman disesuaikan dengan kesiapan penerima.
- ✓Pesan bersifat inklusif (lengkap) dan informatif (bermanfaat).
Berikan perhatian penuh. Jika memungkinkan, lakukan kontak mata dengan pembicara.
Jaga pikiran tetap terbuka dan hindari penilaian sebelum pesan selesai disampaikan.
Tanda bahwa penerima sudah menerima dan memahami pesan.
Mengulang kembali kata-kata yang disampaikan pembicara sebagai konfirmasi.
Mengungkap kembali dengan kata-kata sendiri — menunjukkan bahwa pesan benar-benar dipahami.
Ringkasan Bab 3 – Fungsi Komunikasi
Membangun konsep diri, menunjukkan eksistensi, memupuk hubungan & kebahagiaan.
Menyalurkan perasaan lewat nonverbal, seni, kata-kata — tidak harus mempengaruhi orang lain.
Dilakukan kolektif, menciptakan perasaan senasib dan terikat pada sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.
Alat mencapai tujuan: menginformasikan, mengajar, motivasi, mendidik, menghibur.
Prinsip-Prinsip dan Etika Komunikasi
Komunikasi efektif membutuhkan prinsip yang jelas dan etika yang kuat
Berbicara jujur, menghargai privasi orang lain, menghindari gosip & hoaks. Gunakan bahasa yang sopan sesuai norma budaya setempat (Johannesen et al., 2008).
Menjaga kerahasiaan informasi, berkomunikasi dengan respek kepada kolega dan klien, menghindari konflik kepentingan dalam pesan (Cheney et al., 2011).
Bertanggung jawab dalam media sosial — tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi, menghormati hak cipta, dan menjaga netiquette (Baym, 2015).
Berkomunikasi dengan amanah, tidak menyebarkan fitnah, berkata yang benar (sidiq), dan mempertimbangkan dampak sosial pesan (Al-Qaradhawi, 2006).
📖 Referensi Bab 4
DeVito, J. A. (2019). The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson.
Mulyana, D. (2021). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Johannesen, R. L., Valde, K. S., & Whedbee, K. E. (2008). Ethics in Human Communication (6th ed.). Waveland Press.
Baym, N. K. (2015). Personal Connections in the Digital Age (2nd ed.). Polity Press.
Model-Model Komunikasi
Cara memahami komunikasi melalui berbagai kerangka berpikir
Ciri: Satu arah, tidak ada umpan balik.
Tokoh: Lasswell (1948), Shannon & Weaver (1949).
Formula Lasswell: Siapa? Berkata apa? Melalui saluran apa? Kepada siapa? Dengan efek apa?
Ciri: Ada umpan balik (feedback), komunikasi dua arah bergantian.
Tokoh: Wilbur Schramm (1954).
Konsep kunci: Field of Experience — komunikasi efektif jika pengalaman pengirim & penerima tumpang tindih.
Ciri: Dua pihak mengirim & menerima pesan secara bersamaan, saling mempengaruhi.
Tokoh: Barnlund (1970).
Konsep kunci: Komunikator sekaligus menjadi komunikan, konteks sangat berperan.
| Aspek | Linear | Interaksional | Transaksional |
|---|---|---|---|
| Arah pesan | Satu arah | Dua arah bergantian | Simultan dua arah |
| Umpan balik | Tidak ada | Ada, bergantian | Selalu ada & simultan |
| Peran komunikator | Pengirim saja | Bergantian | Sekaligus keduanya |
| Konteks | Diabaikan | Mulai dipertimbangkan | Sangat penting |
| Contoh | Siaran radio/TV | Surat-menyurat | Percakapan tatap muka |
Siaran TV, iklan, pengumuman resmi — pesan satu arah tanpa ekspektasi respon langsung dari audience.
Komunikasi melalui email atau WhatsApp — ada umpan balik, tapi tidak simultan, ada jeda waktu.
Diskusi kelas, rapat, ngobrol langsung — kedua pihak mengirim sinyal verbal dan nonverbal sekaligus.
Media sosial menggabungkan ketiganya — broadcast, interaksi, dan transaksi terjadi dalam satu platform (Rogers, 1986).
📖 Referensi Bab 5
Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2021). Theories of Human Communication (11th ed.). Waveland Press.
Schramm, W. (1954). How Communication Works. In W. Schramm (Ed.), The Process and Effects of Mass Communication. University of Illinois Press.
Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949). The Mathematical Theory of Communication. University of Illinois Press.
Barnlund, D. C. (1970). A transactional model of communication. In J. Akin et al. (Eds.), Language Behavior. Mouton.
Teori-Teori Ilmu Komunikasi
Landasan intelektual untuk memahami komunikasi secara mendalam
Retorika = seni persuasi. 3 elemen: Ethos (kredibilitas pembicara), Pathos (emosi audiens), Logos (argumen logis). Dasar public speaking modern.
Formula: Who says what in which channel to whom with what effect? Model linear pertama yang sistematis untuk menganalisis komunikasi massa.
Model matematis komunikasi: Source → Transmitter → Channel → Receiver → Destination. Memperkenalkan konsep noise (gangguan) dalam komunikasi.
Audiens aktif memilih media berdasarkan kebutuhan: informasi, identitas, integrasi sosial, hiburan, pelarian. "Apa yang orang lakukan dengan media?" bukan sebaliknya.
Media tidak memberitahu kita apa yang harus dipikirkan, tapi apa yang harus dipikirkan tentang. Media menentukan isu mana yang dianggap penting oleh publik.
Orang cenderung diam jika merasa pendapatnya adalah minoritas karena takut dikucilkan. Opini mayoritas terus menguat, minoritas semakin terkubur dalam "spiral keheningan".
Hubungan berkembang melalui keterbukaan diri yang bertahap — seperti lapisan bawang. Semakin dalam hubungan, semakin luas dan dalam informasi yang dibagi.
4 kuadran: Arena (diketahui diri & orang lain), Blind Spot, Facade, Unknown. Membantu memahami kesadaran diri dalam komunikasi interpersonal.
Kelompok memiliki dua fungsi: Task-oriented (menyelesaikan masalah) dan Socio-emotional (menjaga hubungan). Keseimbangan keduanya menentukan efektivitas kelompok.
Organisasi bukan entitas tetap, melainkan proses organizing yang terus berlangsung melalui komunikasi. Makna organisasi dikonstruksi lewat interaksi anggotanya.
📖 Referensi Bab 6
Griffin, E., Ledbetter, A., & Sparks, G. (2019). A First Look at Communication Theory (10th ed.). McGraw-Hill.
McCombs, M. E., & Shaw, D. L. (1972). The agenda-setting function of mass media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187. https://doi.org/10.1086/267990
Noelle-Neumann, E. (1974). The spiral of silence: A theory of public opinion. Journal of Communication, 24(2), 43–51.
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1974). Uses and gratifications research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523.
Persepsi dalam Komunikasi
Cara kita melihat dunia menentukan cara kita berkomunikasi
Kita tidak bisa memproses semua stimulus — otak memilih informasi yang dianggap relevan, menarik, atau mengancam. Proses ini dipengaruhi motivasi dan perhatian.
Stimulus yang dipilih kemudian dikelompokkan menjadi pola yang bermakna. Contoh: kita langsung mengenali wajah teman di kerumunan.
Kita memberi makna pada stimulus yang telah diorganisasi berdasarkan pengalaman, nilai, budaya, dan harapan pribadi.
• Kebutuhan & motivasi
• Nilai dan keyakinan
• Pengalaman masa lalu
• Kepribadian
• Kondisi emosional saat ini
• Ukuran & intensitas stimulus
• Kebaruan (novelty) informasi
• Gerakan dan perubahan
• Konteks sosial & budaya
• Media yang digunakan
Satu kesan baik/buruk membuat kita menilai seluruh kepribadian seseorang secara positif/negatif. Contoh: orang tampan dianggap lebih pintar.
Menilai individu berdasarkan kategori kelompoknya, bukan berdasarkan keunikan pribadi mereka.
Prediksi yang membuat dirinya sendiri jadi kenyataan — kita bertindak sesuai ekspektasi yang kita buat tentang orang lain.
Menilai perilaku orang lain dari faktor internal (kepribadian), tapi menilai perilaku diri sendiri dari faktor eksternal (situasi).
📖 Referensi Bab 7
Gamble, T. K., & Gamble, M. W. (2020). Communication Works (13th ed.). McGraw-Hill.
DeVito, J. A. (2019). The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson.
Trenholm, S., & Jensen, A. (2013). Interpersonal Communication (7th ed.). Oxford University Press.
Komunikasi Verbal dan Nonverbal
"Komunikasi efektif = Kata yang tepat + Cara yang tepat"
| Aspek | Komunikasi Verbal | Komunikasi Nonverbal |
|---|---|---|
| Media | Kata-kata (lisan/tulisan) | Isyarat, gerak, ekspresi, dll. |
| Penyampaian | Eksplisit & langsung | Implisit & tidak langsung |
| Kesadaran | Lebih mudah dikontrol | Sering tidak disadari |
| Sifat | Spesifik dan jelas | Melengkapi atau bahkan bertentangan dengan verbal |
| Contoh | "Aku baik-baik saja" | Mengatakan itu sambil menunduk & suara bergetar |
Gerakan anggota tubuh untuk memperkuat pesan.
Contoh: Mengangguk (setuju), melambaikan tangan (salam), menunjuk (memberi arah), mengangkat bahu (tidak tahu).
Perubahan raut wajah yang menunjukkan perasaan.
Contoh: Tersenyum (senang), mengernyit (bingung/marah), terkejut, sedih. Ekman (1972) mengidentifikasi 6 ekspresi universal.
Penggunaan jarak fisik dalam komunikasi (Hall, 1966):
• Intim: 0–45 cm
• Personal: 45 cm–1,2 m
• Sosial: 1,2–3,6 m
• Publik: > 3,6 m
Cara menyampaikan pesan selain kata-kata:
• Nada suara (tinggi/rendah)
• Volume (keras/pelan)
• Kecepatan berbicara
• Jeda/diam
• Tawa, desah, sigh
• Mengacungkan jempol = bagus di banyak negara, tapi kasar di Iran & Afghanistan
• Kontak mata = percaya diri (Barat), tidak sopan (beberapa budaya Asia)
• Membungkuk = salam di Jepang, jabat tangan di Barat
• Sapaan & gelar berbeda tingkat formalitasnya
• Humor, idiom, dan kiasan sering tidak bisa diterjemahkan langsung
• Bahasa yang sama bisa punya makna berbeda di daerah berbeda
📖 Referensi Bab 8
Mehrabian, A. (1971). Silent Messages. Wadsworth.
Hall, E. T. (1966). The Hidden Dimension. Doubleday.
Ekman, P. (1972). Universals and cultural differences in facial expressions of emotion. Nebraska Symposium on Motivation, 19, 207–283.
Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2017). Communication Between Cultures (9th ed.). Cengage Learning.
Gaya Komunikasi
Cara khas seseorang dalam menyampaikan dan merespons pesan
Ciri: Menyampaikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan secara langsung, jujur, dan hormat tanpa melanggar hak orang lain.
Contoh: "Saya tidak setuju dengan pendapat ini karena..."
Efek: Hubungan sehat, saling menghormati.
Ciri: Menghindari konflik, sulit menolak, memendam perasaan, sering mengalah demi ketenangan.
Contoh: "Ya, tidak apa-apa" (padahal hati berkata tidak).
Efek: Penumpukan frustrasi, kurang dihargai.
Ciri: Menyampaikan kebutuhan dengan dominasi, memaksa, dan mengabaikan hak orang lain. Sering menyerang pribadi.
Contoh: "Kamu selalu salah! Lakukan saja apa yang aku bilang!"
Efek: Konflik, hubungan rusak.
Ciri: Tampak setuju di depan tapi menunjukkan perlawanan secara tidak langsung (diam, sindiran, sabotase).
Contoh: Bilang "oke" tapi sengaja lupa melaksanakan tugas.
Efek: Paling merusak hubungan jangka panjang.
| Konteks | Gaya yang Tepat | Alasan |
|---|---|---|
| Presentasi formal | Asertif, terstruktur | Menunjukkan profesionalisme dan kepercayaan diri |
| Diskusi akademik | Asertif, argumentatif logis | Mendorong pertukaran ide yang sehat |
| Percakapan santai | Ekspresif, humoris | Membangun kedekatan sosial |
| Mediasi konflik | Empatik, asertif lunak | Menjaga perasaan semua pihak |
| Budaya kolektif | Tidak langsung, hormat | Sesuai norma komunal yang dianut |
📖 Referensi Bab 9
Norton, R. (1978). Foundation of a communicator style construct. Human Communication Research, 4(2), 99–112.
Alberti, R. E., & Emmons, M. L. (2017). Your Perfect Right: Assertiveness and Equality in Your Life and Relationships (10th ed.). New Harbinger.
Gudykunst, W. B., & Ting-Toomey, S. (1988). Culture and Interpersonal Communication. Sage Publications.
Komunikasi Nilai Orang Melayu Pesisir Selat Melaka
Kearifan lokal yang menjadi identitas komunikasi komunitas Melayu
Masyarakat yang hidup di kawasan pesisir Selat Melaka (Riau, Kepulauan Riau, Johor, Melaka) memiliki karakter: terbuka, adaptif, mobile, dan berjiwa dagang (Abdullah, 2015).
Islam menjadi landasan utama nilai dan komunikasi Melayu. "Melayu = Muslim" — identitas etnik dan agama menyatu dalam praktik komunikasi sehari-hari (Hamid, 2010).
Menggunakan panggilan yang tepat (Pak, Mak, Abang, Kakak), menghindari konfrontasi langsung, menyampaikan kritik secara halus dan tidak langsung.
Komunikasi dirancang untuk tidak mempermalukan orang lain di depan umum (malu). Teguran dilakukan secara pribadi dan dengan bahasa halus.
Melayu kaya akan kiasan, pantun, peribahasa, dan sindiran halus sebagai media komunikasi nilai-nilai sosial tanpa konfrontasi langsung.
Tepuk tepung tawar, bersanding, marhaban — ritual ini mengandung pesan sosial: penerimaan, doa, dan ikatan komunitas yang kuat (Wan Abdul Kadir, 2012).
"Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk" — mengajarkan kerendahan hati. Peribahasa digunakan sebagai media transfer nilai lintas generasi.
📖 Referensi Bab 10
Abdullah, Z. (2015). Komunikasi dan Budaya Melayu. Universiti Putra Malaysia Press.
Hashim Musa. (2008). Hati Budi Melayu: Pengukuhan Menghadapi Cabaran Abad Ke-21. Universiti Putra Malaysia.
Wan Abdul Kadir. (2012). Tradisi dan Perubahan Norma dan Nilai di Kalangan Orang-orang Melayu. Masfami Enterprise.
Mohd Yusof, H. (2018). Komunikasi Melayu dalam era digital: Antara tradisi dan inovasi. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 34(1), 1–20.
Komunikasi Islam
Prinsip komunikasi berlandaskan Al-Qur'an, Hadis, dan keteladanan Nabi
Informasi yang memiliki urgensi tinggi dan memerlukan verifikasi. Berita yang mempengaruhi kehidupan dan keputusan besar (QS. Al-Hujurat: 6).
Informasi umum tentang suatu kejadian atau peristiwa. Lebih luas dari Naba' — tidak selalu membutuhkan tindakan segera.
Segala perkataan (qawl), perbuatan (fi'l), dan ketetapan (taqrir) Nabi ﷺ yang menjadi teladan komunikasi sempurna bagi umat.
Komunikasi dua arah yang saling menghormati, bertujuan mencapai kebenaran bersama. Bukan untuk "menang" tapi untuk menemukan kebenaran (Al-Maidany, 2006).
Argumentasi dengan cara yang terbaik (billati hiya ahsan) — QS. An-Nahl: 125. Berdebat untuk kebenaran, bukan untuk ego. Harus dengan dalil dan adab.
Menyampaikan informasi dengan penjelasan yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami. Allah SWT mengajarkan bayan kepada manusia (QS. Ar-Rahman: 4).
Dakwah dengan kebijaksanaan: menyesuaikan pesan dengan konteks audiens, menggunakan kata-kata yang tepat, menghindari kekerasan verbal (QS. An-Nahl: 125).
Nabi ﷺ menggunakan berbagai metode: tanya-jawab (sual wa jawab), perumpamaan (amtsal), cerita (qashash), dan demonstrasi langsung.
📖 Referensi Bab 11
Harjani, H. (2016). Komunikasi Islam. Prenada Media Group.
Al-Maidany, A. H. (2006). Adab al-Hiwar wa Ahkamuh fi al-Islam. Dar al-Qalam.
Wahyu Ilahi. (2010). Komunikasi Dakwah. Remaja Rosdakarya.
Kasman, S. (2004). Jurnalisme Universal: Menelusuri Prinsip-prinsip Dakwah Bi al-Qalam dalam Al-Quran. Teraju.
Komunikasi Model Rasulullah (Qaulan)
6 Prinsip komunikasi terbaik dari Nabi Muhammad ﷺ
Makna: Perkataan yang baik dan pantas. Dalil: QS. Al-Baqarah: 235.
Aplikasi: Sampaikan pesan dengan cara yang diterima secara sosial dan moral — santun, umum, tidak menyinggung.
Makna: Perkataan yang lembut/lunak. Dalil: QS. Thaha: 44 (perintah kepada Musa berbicara lembut kepada Fir'aun).
Aplikasi: Ketika menegur orang yang lebih tua/berkuasa, gunakan kata-kata yang lembut agar hati lebih mudah terbuka.
Makna: Perkataan yang mulia. Dalil: QS. Al-Isra': 23 (berbicara kepada orang tua).
Aplikasi: Hormati lawan bicara, gunakan kata-kata yang memuliakan dan membangun martabat orang lain.
Makna: Perkataan yang benar dan tepat sasaran. Dalil: QS. An-Nisa': 9.
Aplikasi: Komunikasikan fakta yang benar, jujur, akurat. Hindari hoaks, berita bohong, dan manipulasi informasi.
Makna: Perkataan yang fasih, tepat, dan berkesan. Dalil: QS. An-Nisa': 63.
Aplikasi: Sesuaikan pesan dengan kondisi psikologis audiens agar pesan benar-benar mengena dan menimbulkan perubahan.
Makna: Perkataan yang mudah/ringan dipahami. Dalil: QS. Al-Isra': 28.
Aplikasi: Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna — tidak perlu rumit untuk terlihat pintar.
| Qaulan | Konteks Kepemimpinan | Konteks Digital |
|---|---|---|
| Ma'rufa | Kebijakan yang komunikatif & diterima publik | Konten yang sopan & bernilai positif |
| Layyina | Feedback kepada bawahan dengan empati | Merespons komentar negatif dengan tenang |
| Sadida | Laporan yang jujur tanpa manipulasi data | Menyebarkan berita yang telah diverifikasi |
| Baligha | Pidato yang menyentuh hati & menggerakkan | Copywriting yang personal & berkesan |
| Maysura | Instruksi kerja yang jelas dan mudah diikuti | Caption media sosial yang ringkas & padat |
📖 Referensi Bab 12
Harjani, H. (2016). Komunikasi Islam. Prenada Media Group.
Yahya, S. (2020). Qaulan sadidan dalam komunikasi dakwah di media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 45–62. https://doi.org/10.24002/jik.v18i1.3241
Bahri Ghazali. (1997). Dakwah Komunikatif. Pedoman Ilmu Jaya.
Roudhonah. (2019). Ilmu Komunikasi (Edisi Revisi). Rajawali Press.
Komunikasi Pendidikan
Komunikasi sebagai inti dari proses belajar-mengajar yang efektif
Guru sebagai komunikator menyampaikan materi dengan media dan metode yang tepat agar mudah diserap peserta didik.
Hubungan emosional yang baik antara guru-murid meningkatkan motivasi belajar dan keterbukaan dalam komunikasi kelas.
Feedback yang konstruktif — bukan hanya nilai — membantu siswa memahami kekurangan dan cara perbaikannya.
Peserta didik belajar dengan mengamati perilaku model (guru, teman, orang tua). Guru yang berkomunikasi dengan baik menjadi model perilaku komunikasi.
Keyakinan siswa akan kemampuan dirinya sangat dipengaruhi komunikasi guru. Pujian spesifik dan umpan balik positif meningkatkan kepercayaan diri belajar.
Perilaku, lingkungan, dan faktor personal saling mempengaruhi. Iklim kelas yang positif mendorong komunikasi yang lebih baik dan sebaliknya.
Guru yang menunjukkan antusiasme, empati, dan rasa hormat dalam berkomunikasi akan ditiru oleh siswa dalam interaksi mereka sendiri.
| Tantangan | Strategi |
|---|---|
| Distraksi gadget saat belajar online | Gamifikasi & pembelajaran interaktif berbasis teknologi |
| Kurangnya komunikasi nonverbal di kelas virtual | Aktifkan kamera, gunakan emoji dan reaksi live |
| Kesenjangan akses teknologi | Blended learning (kombinasi online-offline) |
| Overload informasi dari berbagai platform | Kurasikan konten, ajarkan literasi digital kritis |
| Hilangnya kedekatan emosional guru-murid | Check-in emosional rutin, konseling virtual |
📖 Referensi Bab 13
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice Hall.
Yusuf, A. M. (2010). Komunikasi Pendidikan dan Komunikasi Instruksional. Rosda Karya.
Rusman. (2019). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru (Edisi Revisi). Rajawali Press.
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Public Speaking dan Komunikasi Efektif
Seni berbicara di depan umum yang mempengaruhi, menginspirasi, dan menggerakkan
Menyampaikan pengetahuan dan fakta. Contoh: presentasi akademik, kuliah, seminar.
Mempengaruhi sikap dan perilaku audiens. Contoh: pidato politik, iklan, ceramah motivasi.
Untuk perayaan dan peringatan. Contoh: sambutan pernikahan, wisuda, award ceremony.
• Kenali audiens (siapa, berapa, ekspektasi apa)
• Riset topik mendalam
• Buat outline yang jelas: pembuka → isi → penutup
• Latih berulang kali (minimal 3x sebelum tampil)
• Volume: keras-pelan untuk menekankan poin
• Pace: variasikan kecepatan; lambat saat poin penting
• Pause: diam sejenak menciptakan dramatisasi
• Intonasi: naik-turun agar tidak monoton
• Postur tegak & terbuka
• Kontak mata merata ke seluruh audiens
• Gestur tangan yang natural
• Ekspresi wajah sesuai isi pesan
• Gerak/blocking yang bertujuan
• Mulai dengan cerita/anekdot menarik
• Ajukan pertanyaan provokatif
• Data/fakta mengejutkan
• Kutipan inspiratif
• Humor yang relevan
• Fokus penuh tanpa interupsi
• Tunjukkan sinyal nonverbal (angguk, kontak mata)
• Klarifikasi dengan pertanyaan
• Parafrase untuk konfirmasi pemahaman
• Tunda penilaian sampai pesan selesai
1. Attention: Tarik perhatian
2. Need: Tunjukkan masalah yang perlu diatasi
3. Satisfaction: Tawarkan solusi
4. Visualization: Gambarkan hasil jika solusi diambil
5. Action: Ajak bertindak nyata
Memahami perspektif dan cara berpikir orang lain. "Kalau saya di posisinya, bagaimana perasaan saya?"
Merasakan apa yang dirasakan orang lain. Pembicara yang empatik lebih mudah terhubung dengan audiens secara emosional.
Tidak hanya memahami & merasakan, tapi juga terdorong untuk membantu. Ini yang menggerakkan audiens untuk bertindak.
📖 Referensi Bab 14
Lucas, S. E. (2020). The Art of Public Speaking (13th ed.). McGraw-Hill.
Nichols, M. P. (2009). The Lost Art of Listening (2nd ed.). Guilford Press.
Monroe, A. H. (1935). Principles and Types of Speech. Scott Foresman. (Developed the Motivated Sequence)
Goleman, D. (2006). Social Intelligence: The New Science of Human Relationships. Bantam Books.